Selasa, 07 September 2010

11 SEPTEMBER: GEREJA BAKAR ALQURAN

Gereja Dove World Outreach Center di Florida, Amerika Serikat, sedang mengobarkan perang dengan umat islam. Mereka tidak hanya menyebut Islam sebagai setan, tapi mereka akan membakar Alquran tepat pada 11 September ini. Momentum peringatan tragedi runtuhnya menara kemembar World Trade Center (WTC) di New York ini mereka gunakan untuk mengajak lebih banyak orang Amerika ikut membakar membakar Alquran

Gereja yang dipimpin oleh Dr Terry Jones ini telah berkampanye hampir sebulan lamanya melalui dunia maya. Sebelimnya mereka  sempat menggelar aksi dengan memakai kaos bertuliskan: 'Islam is of the devil'. Pastor Terry pun mengeluarkan buku yang berjudul sama. mereka pun menjual cangkir dengan slogan tersebut.
Menurut Terrry, Alquran adalah sumber Inspirasi kekerasan sehingga harus dibakar. Tidak hanya itu, mereka mengemukakan banyak alasan yang ngawur dan tidak sesuai fakta. Intinya mereka tidak menyukai Islam dan simbol-simbolnya.
Kelompok anti Islam ini tidak sendirii. Mereka mendapat dukungan dari sekelompok sipil bersenjata. Milisi Ekstrimis sayap kanan Amerika telah menyatakan siap mengamankan acara pembakaran Alquran di gereja tersebut.Innalillahii...
Hingga berita ini ditulis, belum ada reaksi resmi dari pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan rencana intoleransi tersebut. Bisa jadi, pemerintah AS tak akan berbuat apa-apa. Bukankah stigmatisasi negatif terhadap Islam ini adalah hasil propaganda pemerintah George W Bush setelah WTC runtuh? Pemerintah AS telah memberi contoh kepada warganya bagaimana berbohong dan menuduh tanpa bukti.
Beberapa saat setelah tragedi berlangsung, Bush langsung mengatakan aksi serangan itu dilakukan oleh teroris Muslim di bawah pimpinan Osamah bin Laden. Buktinya apa? Tidak ada sampai sekarang. Justru para investigator independen menemukan banyak fakta bahwa gedung itu sengaja diledakkan oleh pemerintah dalam rangka menciptakanmusuh baru Amerika. Nyatanya setelah itu, Amerika menyerang Irak dan Afghanistan. Itu pun disertai alasan yang bohong sama sekali.
Itu menandakan bahwa orang-orang kafir memang tak pernah rela dengan Islam. Ada 1001 alasan yang mereka buat agar bisa menyerang Islam. Dan itu sudah terjadi sejak Islam tampil ke dunia. Permusuhan, fitnah, pelecehan, penghinaan terhadap Islam dan simbol-simbolnya terus terjadi hingga kini.
Muka manis dan senyum simpul orang-orang kafir hanyalah tipu daya untuk mengecoh kaum Muslimin. Dalam hati mereka ada kebencian yang sangat besar. Allah telah menggambarkan karakteristik mereka dalam firmannya : (TQS Ali Imran: 118).
perang terhadap terorisme (war on terorism/WOT) menjadi bukti yang tak terbantahkan bahwa sasarannya adalah Islam dan kaum Muslim.Orang-orang kafir itu takut terhadap perkembangan Islam dan benih-benig kebangkitan yang mulai muncul. mereka berusaha sebisa mungkin mencegahnya dengan segala cara, baik beradab maupun tak beradab.
Salam beberapa waktu terakhir, hampir setiap saat serangan terhadap Islam dan simbol-simbolnya selalu datang, baik secara langsung dengan menyerang simbol-simbol Islam maupun secara tidak langsung dengan menggerogoti ajaran Islam menggunakan tangan orang-orang munafik.
Telah beberapa kali Alquran dihinakan dan dilecehkan. Lihat saja bagaimana Alquran dikencingi dan dimasukkan dalam closet oleh tentara Amerika di penjara Guantanamo. Di Irak, Alquran jadi sasaran latihan menembak. Di Bekasi, seorang urid SMU berani menginjak Alquran dan merekamnya.
Selain itu, kian hari bermunculan tokoh-tokoh produk Barat di dunia Islam. Mereka bak seorang yang berilmu, tapi ternyata buas seperti serigala dalam menyerang Islam. Orang-orang liberal ini menentang ayat Allah yang sudah jelas maknanya>. Mereka membawa pemaknaan sendiri sesuai dengan permintaan tuannya yakni Barat. Ini dilakukan oleh individu dan kelompok. Satu kelompok yang dipelihara oleh Barat di dunia Islam adalah Ahmadiyah. Aliran sesat ini mendapat dukungan penuh Barat sehingga mampu bertahan di dunia Islam untuk merusak aqidah umat Islam.
Di sisi lain, meski terus menerus digempur oleh barat secara langsung maupun tidak langsung, perkembangan Islam terus berjalan. Bahkan dunia tercengang dengan pertambahan jumlah pemeluk Islam karena ini bertolak belakang dengan propaganda anti islam Barat yang kian gencar.
Semakin diserang, kian bertambah kesadaran umat Islam untuk bersatu, apalagi yang diserang adalah Alquran. Berbagai perbedaan di antara umat Islam lenyap dengan sendirinya begitu kitab sucinya dihinakan.
Hanya saja,kondisi umat Islam masih lemah. Mereka tidak bisa melindungi langsung Islam dan simbol-simbolnya. Kalau pun ada perlawanan sifatnya sporadis. Jumlah pemeluk islam yang demikian besar mencapai 1,5 milyar jiwa, masih belum terikat dalam wujud persatuan yang hakiki.
Ini berbeda ketika Khalifah yang menyatukan umat berabad-abad lamanya. keberadaannya menjadi jaminan perlindungan bagi islam dan pemeluknya. Semua yang menyerang Islam disikat sehingga Islam dan umat Islam betul-betul memperoleh kemuliaannya.
Karena itu, rencana pembakaran Alquran oleh orang kafir ini bisa menjadi pemicu bagi terwujudnya persatuan umat. Ini adalah bukti kesekian kalinya bahwa umat Islam butuh pelindung yang sesuai syariah, yakni negara Khilafah. Khilafah-lah yang akan melindungi kaum Muslimin da simbol-simbol Islam dengan kekuatnnnya dari segala jenis makar dan tipu daya kaum kafir.
Tidak mungkin umat islam berlindung di bawah kepemimpinan yang menghamba kepada manusia seperti yang terjadi di dunia Islam sekarang ini. Terbukti mereka tak berbuat apa-apa terhadap penghinaan dan pelecehan serta serangan yang ditujukan kepada Islam dan kaum Muslimin.

Saatnya kembalikan kejayaan Islam, hancurkan kedurjannaan kekufuran, dengan syariah dalam naungan Daulah Khilafah!.

(dilansir Tabloid Umat Edisi 43,24 Ramadhan-7 Syawwal 1431 H/3 - 16 September 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar